Keripik Bina Pisang Lapas Tanjungpandan Hadir di Kanim Tanjungpandan

Keripik Bina Pisang Lapas Tanjungpandan Hadir di Kanim Tanjungpandan

Belitung, INFO_PAS – Produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) hasil pembinaan kemandirian Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tanjungpandan, Keripik Bina Pisang, kini hadir di Kantor Imigrasi (Kanim) Kelas II TPI Tanjungpandan, Jumat (4/9). Kehadiran produk tersebut jadi langkah Lapas Tanjungpandan memperluas pemasaran hasil karya Warga Binaan.

Kepala Lapas Tanjungpandan, Muhammad Rolan, mengatakan pemasaran merupakan bagian penting dari keberlanjutan pembinaan kemandirian. Menurutnya, Warga Binaan tidak hanya dibekali keterampilan, tetapi juga didorong menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomi dan peluang pasar.

“Kami terus berupaya membuka ruang dan peluang pemasaran bagi produk hasil karya Warga Binaan. Kehadiran Keripik Bina Pisang di sentra pelayanan publik Kanim Tanjungpandan merupakan langkah strategis untuk memperkenalkan kualitas hasil pembinaan kepada masyarakat sekaligus memberikan nilai tambah terhadap program pembinaan kemandirian yang kami jalankan,” ujar Muhammad Rolan.

Sementara itu, Kepala Subseksi Kegiatan Kerja Lapas Tanjungpandan, Pirmansyah, menjelaskan Keripik Bina Pisang merupakan hasil pengolahan pisang dari kebun di lahan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) yang melibatkan Warga Binaan perempuan.

“Produk ini merupakan hasil dari kebun di lahan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE), proses pembinaan kemandirian yang melibatkan Warga Binaan perempuan, mulai dari pengolahan hingga menghasilkan produk yang siap dipasarkan. Kami tidak ingin pembinaan berhenti pada proses pelatihan dan produksi saja, tetapi juga terus mendorong bagaimana produk tersebut dapat dikenal, diterima, dan memiliki pasar di masyarakat,” kata Pirmansyah.

Petugas Layanan Permohonan Paspor Kanim Tanjungpandan, Yudi Christianto, mengatakan kehadiran Keripik Bina Pisang di lingkungan Kanim Tanjungpandan turut memperkenalkan produk hasil karya Warga Binaan kepada masyarakat yang mengakses layanan.

“Keripik Bina Pisang ini akan kami gunakan sebagai camilan bagi para pemohon paspor yang datang untuk mendapatkan pelayanan. Selain menjadi kudapan bagi masyarakat, keberadaan produk ini juga menjadi sarana untuk memperkenalkan kepada masyarakat bahwa Lapas Tanjungpandan memiliki produk-produk hasil karya Warga Binaan yang berkualitas dan layak untuk dikenal lebih luas,” ujar Yudi.

Kehadiran Keripik Bina Pisang di Kanim Tanjungpandan merupakan bagian dari implementasi Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam mendorong pemasaran produk hasil karya Warga Binaan. Lapas Tanjungpandan berkomitmen terus kembangkan kualitas dan pemasaran produk pembinaan sebagai bekal produktif bagi Warga Binaan setelah kembali ke masyarakat. (afn)

 

Kontributor: Humas Lapas Tanjungpandan

 

What's Your Reaction?

like
2
dislike
0
love
1
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0