Jelang Idufitri, Warga Binaan Lapas Perempuan Palu Produksi Kue Kering

Jelang Idufitri, Warga Binaan Lapas Perempuan Palu Produksi Kue Kering

Sigi, INFO_PAS - Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Palu manfaatkan momentum jelang Idulfitri 1447 Hijriah dengan memproduksi berbagai kue kering sebagai program pembinaan kemandirian di Lapas.  Bertempat di ruang bimbingan kerja, Sabtu (14/3), kegiatan tersebut merupakan salah satu upaya pembinaan keterampilan yang diberikan kepada Warga Binaan agar memiliki bekal kemampuan setelah kembali ke masyarakat.

Warga Binaan dilibatkan langsung dalam proses pembuatan kue kering yang identik dengan hidangan hari raya. Jenis kue yang diproduksi meliputi nastar, coklat cornflake, dan plum sugar. Kue-kue tersebut ditawarkan dengan variasi harga mulai dari Rp85.000 hingga Rp135.000 per toples, menyesuaikan jenis dan kemasan yang tersedia.

Dalam proses pembuatannya, Warga Binaan terlibat langsung mulai dari menyiapkan bahan, mengaduk adonan, mencetak, hingga memanggang kue di bawah pendampingan petugas Lapas. Hingga saat ini, pesanan kue kering yang telah diterima mencapai sembilan toples. Jumlah tersebut diperkirakan akan terus bertambah pekan depan, bahkan kemungkinan pesanan dalam bentuk paket hampers Lebaran.

Kepala Lapas Perempuan Palu, Yoesiana, saat meninjau langsung proses pembuatan kue tersebut menyampaikan kegiatan ini merupakan pembinaan kemandirian yang terus dikembangkan bagi Warga Binaan. Momentum jelang Idulfitri menjadi kesempatan yang baik bagi Warga Binaan untuk mempraktikkan keterampilan yang telah dipelajari sekaligus meningkatkan kepercayaan diri mereka melalui hasil karya yang memiliki nilai ekonomi.

“Pembinaan seperti ini kami dorong agar Warga Binaan memiliki keterampilan bermanfaat. Harapannya, ketika mereka kembali ke masyarakat, keterampilan ini menjadi bekal untuk membuka usaha ataupun bekerja secara mandiri,” harap Yoesiana.

Produksi kue kering ini diikuti tiga Warga Binaan yang mendapatkan pembinaan keterampilan di bidang tata boga. Melalui kegiatan ini, mereka tidak hanya belajar teknik pembuatan kue, tetapi juga mendapatkan pengalaman dalam pengelolaan produksi hingga pemenuhan pesanan.

Salah satu Warga Binaan berinisial EH senang dapat terlibat dalam proses pembuatan kue kering. Kegiatan ini memberinya pengalaman dan keterampilan baru yang sangat bermanfaat. Pembinaan seperti ini tidak hanya mengisi waktu selama menjalani masa pembinaan, tetapi juga memberikan harapan untuk memiliki usaha sendiri di kemudian hari.

“Awalnya saya tidak terlalu bisa, tapi sekarang sudah mulai paham cara membuat berbagai kue kering. Mudah-mudahan keterampilan ini bisa saya manfaatkan nanti setelah bebas,” harap EH.

Selain melatih keterampilan, kegiatan ini juga menjadi upaya membangun rasa percaya diri dan kemandirian Warga Binaan. Dengan adanya program pembinaan berkelanjutan, diharapkan Warga Binaan kembali ke tengah masyarakat dengan bekal kemampuan bermanfaat. (IR)

 

 

Kontributor: LPP Palu

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0