Kanwil Ditjenpas Papua Barat Tegaskan Peran Strategis Penguatan HAM bagi Warga Binaan
Manokwari, INFO_PAS – Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Papua Barat tunjukkan peran strategis dalam penguatan Hak Asasi Manusia (HAM) di lingkungan Pemasyarakatan. Hal ini terlihat saat Kepala Kanwil Ditjenpas Papua Barat, Hensah, dampingi Inspektur Jenderal Kementerian HAM (KemenHAM) RI, Farid Junaedi, dalam kunjungan kerja ke Lembaga Pemasyarakatam (Lapas) Perempuan Kelas III Manokwari, Rabu (4/2).
Kunjungan ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi menjadi forum audiensi langsung antara pimpinan pusat, jajaran Pemasyarakatan, dan Warga Binaan. Fokus utama kegiatan adalah penguatan kapasitas HAM bagi Warga Binaan sekaligus memastikan prinsip penghormatan martabat manusia benar-benar diterapkan dalam sistem pembinaan di Lapas Perempuan Manokwari.
Hensah memastikan setiap pesan strategis dari Inspektur Jenderal KemenHAM RI diterjemahkan secara operasional oleh petugas Lapas serta dipahami langsung oleh Warga Binaan sebagai subjek pembinaan yang memiliki hak hukum dan hak kemanusiaan. “Kehadiran kami di sini bukan sekadar mendampingi kunjungan, tetapi memastikan nilai-nilai HAM benar-benar hidup dalam praktik Pemasyarakatan. Warga Binaan adalah manusia yang sedang menjalani proses pembinaan, bukan kehilangan haknya sebagai warga negara,” tegasnya.
Dalam audiensi tersebut, Farid Junaedi menyampaikan penguatan langsung kepada Warga Binaan mengenai pentingnya kesadaran HAM, baik sebagai individu maupun sebagai bagian dari masyarakat. Ia juga mengapresiasi peran aktif Kanwil Ditjenpas Papua Barat yang membuka ruang dialog dua arah antara Warga Binaan dan pemerintah.
“Kami melihat komitmen kuat dari Pemasyarakatan Papua Barat dalam menjadikan HAM sebagai bagian dari sistem pembinaan. Pendekatan dialog seperti ini penting agar Warga Binaan memahami hak dan kewajibannya, serta merasa dilibatkan dalam proses perubahan menuju kehidupan yang lebih baik,” ujar Farid.

Sementara itu, Kepala Lapas Perempuan Manokwari, Lince Bela, menyambut baik kegiatan tersebut. Ia menegaskan komitmen Lapas dalam menghadirkan pembinaan yang humanis.
“Kami berupaya memastikan seluruh proses pembinaan berjalan dengan menjunjung tinggi nilai-nilai HAM sekaligus memberikan edukasi yang bermanfaat bagi Warga Binaan,” tutur Lince.
Melalui kegiatan ini, Pemasyarakatan Papua Barat menunjukkan Lapas bukan hanya tempat menjalani pidana, tetapi ruang pembinaan berbasis nilai kemanusiaan. Kegiatan ini juga menjadi ajakan kepada masyarakat untuk memahami bahwa pembinaan Warga Binaan adalah tanggung jawab bersama. Dukungan publik, empati sosial, dan pengawasan masyarakat menjadi elemen penting dalam menciptakan Pemasyarakatan yang bermartabat.
Kunjungan ini menjadi contoh nyata kolaborasi antara KemenHAM dan Pemasyarakatan dalam membangun sistem pembinaan yang humanis. Dengan pendekatan dialog, penguatan HAM, dan keterlibatan masyarakat, Pemasyarakatan Papua Barat terus bergerak menuju institusi yang modern, berintegritas, dan bermanfaat bagi kehidupan sosial.
Ke depannya, Pemasyarakatan Papua Barat berkomitmen membangun lingkungan Lapas yang aman, humanis, dan berkeadilan, melalui pendekatan pembinaan yang menghormati hak dasar, seperti hak kesehatan, pendidikan, pembinaan mental, dan hak untuk menyampaikan aspirasi. (IR)
Kontributor: Kanwil Ditjenpas Papua Barat, LPP Manokwari
What's Your Reaction?


