Kanwil Ditjenpas Sulteng Wujudkan Ketahanan Pangan lewat Budidaya Jahe Merah

Kanwil Ditjenpas Sulteng Wujudkan Ketahanan Pangan lewat Budidaya Jahe Merah

Sigi, INFO_PAS – Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Sulawesi Tengah perkuat komitmen ketahanan pangan melalui pengembangan budidaya jahe merah sebagai komoditas unggulan pembinaan kemandirian Warga Binaan. Langkah ini ditegaskan Kepala Kanwil Ditjenpas Sulawesi Tengah, Bagus Kurniawan, dalam penguatan teknis Pemasyarakatan di Aula Pemancingan Nagaya, Sabtu (7/2).

Bagus menyampaikan pengembangan jahe merah memiliki prospek berkelanjutan karena bernilai ekonomi, mudah dibudidayakan, sejalan dengan Asta Cita Presiden RI serta 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026 pada sektor ketahanan pangan. “Budidaya jahe merah bukan sekadar aktivitas pertanian, tetapi strategi pembinaan kemandirian yang memberi manfaat ekonomi nyata sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional,” tegasnya.

Menurut Bagus, program ketahanan pangan di lingkungan Lapas dan Rutan harus diarahkan pada komoditas yang produktif, adaptif terhadap pasar, dan mampu menjadi bekal keterampilan Warga Binaan setelah kembali ke masyarakat. “Kita ingin setiap program pembinaan memiliki kesinambungan—dari proses belajar, produksi, hingga peluang usaha sehingga Warga Binaan benar-benar siap mandiri saat reintegrasi sosial,” ujarnya.

Selain pengembangan komoditas jahe merah, Bagus juga memberikan penguatan teknis pemasyarakatan yang mencakup arah kebijakan strategis, antara lain pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), komitmen pemberantasan narkoba, dan peningkatan kualitas dukungan manajemen di seluruh satuan kerja. “Kami telah mengusulkan delapan satuan kerja di Sulawesi Tengah untuk dipersiapkan mendukung program MBG. Seluruhnya harus dirancang matang dan memerlukan pendampingan tenaga ahli gizi agar pelaksanaannya tepat sasaran,” jelasnya.

Bagus berharap penguatan teknis ini mampu mendorong sinergi antarunit pelaksana teknis dalam menghadirkan program pembinaan yang produktif, sehat, dan berkelanjutan. “Ketahanan pangan, kesehatan, dan pembinaan yang berkualitas harus berjalan beriringan sebagai fondasi pemasyarakatan yang modern dan humanis,” tambahnya.

Kegiatan tersebut juga menghadirkan narasumber berkompeten secara virtual, khususnya dalam pengembangan budidaya jahe merah. Salah satu pemateri, Ari Nanu, memaparkan teknik budidaya mulai dari persiapan lahan, proses penanaman, perawatan tanaman, hingga strategi pemasaran dan potensi keuntungan ekonomi.

“Jahe merah memiliki nilai jual tinggi dan siklus panen yang menjanjikan. Jika dikelola konsisten, komoditas ini dapat menjadi sumber ketahanan pangan sekaligus peluang usaha produktif di lingkungan lapas dan rutan,” ungkap Nanu.

Melalui penguatan program ini, Kanwil Ditjenpas Sulawesi Tengah menegaskan komitmennya menjadikan Pemasyarakatan sebagai solusi pembangunan, tidak hanya dalam pembinaan sosial, tetapi juga dalam mendukung ketahanan pangan, kemandirian ekonomi, dan kesiapan reintegrasi Warga Binaan ke tengah masyarakat. (IR)

 

 

Kontributor: Kanwil Ditjenpas Sulteng

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0