Kembangkan Keterampilan Pengolahan Pangan, Warga Binaan Lapas Kotabaru Produksi Telur Asin

Kembangkan Keterampilan Pengolahan Pangan, Warga Binaan Lapas Kotabaru Produksi Telur Asin

Kotabaru, INFO_PAS – Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kotabaru gelar pembinaan kemandirian melalui produksi telur asin, Rabu (14/10). Kegiatan ini sarana Warga Binaan untuk mempelajari keterampilan pengolahan pangan sekaligus menghasilkan produk yang memiliki nilai jual.

Proses pembuatan telur asin dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari memilih telur bebek yang layak diolah, membersihkan telur, menyiapkan bahan pengasin, hingga pemeraman agar garam meresap ke dalam telur. Setelah melalui masa pemeraman yang sesuai, telur dibersihkan dan dimasak sebelum siap dikonsumsi. Setiap tahapan membutuhkan kebersihan, ketelitian, dan kesabaran agar kualitas produk tetap terjaga.

Petugas Pembina Kemandirian Lapas Kotabaru, Aprilita Dwi Imasari, menjelaskan bahwa produksi telur asin beri kesempatan Warga Binaan untuk mempelajari proses pengolahan pangan secara langsung.

“Melalui kegiatan produksi telur asin ini, Warga Binaan dapat belajar mengolah bahan pangan menjadi produk yang memiliki nilai guna. Kami berharap keterampilan yang diperoleh dapat terus dikembangkan, sekaligus melatih kedisiplinan, kebersihan, dan tanggung jawab dalam setiap tahapan pengerjaan,” ujar Aprilita Dwi Imasari.

Salah satu Warga Binaan, R, mengaku senang dapat terlibat dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, proses pembuatan telur asin memberi pengalaman baru, terutama dalam memahami tahapan pengolahan bahan pangan hingga menjadi produk siap konsumsi.

“Saya senang bisa ikut membuat telur asin karena dapat mempelajari prosesnya dari awal sampai selesai. Kegiatan ini mengajarkan saya untuk lebih teliti dan menjaga kebersihan saat bekerja. Semoga keterampilan ini bisa saya manfaatkan setelah kembali ke masyarakat,” ungkap R.

Selain menambah keterampilan praktis, produksi telur asin juga melatih kebiasaan kerja yang produktif. Warga Binaan belajar mengikuti tahapan pengolahan secara teratur, menjaga kebersihan bahan dan peralatan, serta memperhatikan kualitas hasil produksi.

Keterampilan pengolahan pangan ini diharapkan dapat menjadi bekal bagi Warga Binaan untuk bekerja atau merintis usaha secara mandiri setelah menyelesaikan masa pidana. Pemahaman mengenai proses produksi dan kualitas produk menjadi dasar penting dalam mengembangkan usaha makanan. (afn)

 

Kontributor: Humas Lapas Kotabaru

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0