Optimalkan Produktivitas Lahan, Lapas Terbuka Kendal Mulai Tanam Jagung Periode Kedua

Optimalkan Produktivitas Lahan, Lapas Terbuka Kendal Mulai Tanam Jagung Periode Kedua

Kendal, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Terbuka Kendal kembali laksanakan penanaman jagung untuk periode kedua sebagai upaya mengoptimalkan program ketahanan pangan, Rabu (26/08). Penanaman dilakukan di lahan seluas 4.200 meter persegi yang sebelumnya telah digunakan untuk budidaya jagung dan sudah memasuki masa panen.

Usai panen, lahan langsung diolah dan dipersiapkan kembali untuk ditanami sehingga jeda antara masa panen dan masa tanam dapat dipersingkat. Pola ini diterapkan untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan dan menjaga keberlanjutan siklus produksi pertanian.

Kegiatan ini dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan seluruh petugas, peserta magang, dan Warga Binaan. Kebersamaan tersebut menjadi proses pembinaan sekaligus memberikan pengalaman praktik dalam kegiatan pertanian kepada Warga Binaan dan peserta magang.

Kepala Lapas Terbuka Kendal, Nu’man Fauzi, berharap periode tanam kedua ini memberikan hasil yang lebih optimal dibandingkan periode sebelumnya. “Setelah panen, kami langsung melakukan pengolahan lahan agar bisa segera ditanami kembali. Harapannya, dengan pengelolaan yang lebih baik dan perawatan yang maksimal, pada periode tanam kedua ini hasil yang diperoleh bisa lebih baik dari periode sebelumnya. Ini juga menjadi komitmen kami untuk terus mengoptimalkan program ketahanan pangan di Lapas Terbuka Kendal,” tegasnya.

Penanggung jawab kegiatan, Rustamaji, menjelaskan penanaman periode kedua masih menggunakan bibit jagung hibrida varietas Sumo Sakti, sama seperti periode sebelumnya. Varietas tersebut dipilih karena mampu menghasilkan buah jagung yang lebih optimal dengan ukuran yang lebih besar.

“Untuk periode kedua ini, kami masih menggunakan jagung hibrida varietas Sumo Sakti. Varietas ini kami pilih karena pada periode sebelumnya pertumbuhan dan hasil buahnya cukup optimal, termasuk ukuran buah yang lebih besar. Untuk lahan seluas 4.200 meter persegi, kami membutuhkan sekitar tiga kilogram bibit,” jelas Rustamaji.

Dalam proses penanaman, setiap lubang tanam dibuat dengan jarak 20 sentimeter, sedangkan jarak antarbaris 80 sentimeter. Setiap lubang diisi dengan satu benih untuk menjaga pola pertumbuhan tanaman agar lebih optimal dan memudahkan proses perawatan

Rustamaji menambahkan jagung diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 105 hari, setara dengan 15 pekan sejak masa tanam hingga memasuki masa panen. “Kami menargetkan masa tanam sampai panen sekitar 105 hari atau 15 pekan. Selama masa tersebut, tanaman akan mendapatkan perawatan secara berkala agar pertumbuhannya maksimal dan hasil panen nantinya sesuai yang diharapkan,” tambahnya.

Penanaman jagung periode kedua ini menjadi keberlanjutan pemanfaatan lahan produktif di Lapas Terbuka Kendal. Dengan menerapkan pola tanam berkelanjutan, lahan yang telah selesai dipanen dapat segera kembali dimanfaatkan sehingga produktivitas pertanian terus dijaga dan dikembangkan. (IR)

 

 

Kontributor: Lapas Terbuka Kendal

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0