Ketika Siswa MA Madania Masuk Penjara

Yogyakarta - Siswa-siswi dari salah satu Madrasah Aliyah (MA) Madania di Banguntapan Bantul mengunjungi Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Wirogunan Yogyakarta, Selasa (25/08/2015). Dalam kegiatan ini para siswa menyaksikan aktivitas yang dilakukan warga binaan mulai dari menyablon hingga produksi mebel. Frans Kurniawan Fuadi, salah satu siswa mengatakan kegiatan silaturahmi dengan warga binaan tersebut merupakan program sekolah yang bertujuan positif bagi siswa. Pengalaman mengetahui apa yang dilakukan warga binaan di dalam LP bisa menjadi pembuktian dari berbagai macam pikiran negatif tentang orang-orang yang tengah menjalani konsekuensi hukum. "Kita menjadi tahu bagaimana para warga binaan berkegiatan di dalam lapas karena dahulu di pikiran kami dalam penjara itu mengerikan dan kasar. Namun ternyata mereka diberikan bekal ketrampilan yang bisa membuat sukses ketika selesai menjalani hukuman," ungkapnya. Sementara itu secara terpisah, Kalapas Kelas IIA Wirogun

Ketika Siswa MA Madania Masuk Penjara
Yogyakarta - Siswa-siswi dari salah satu Madrasah Aliyah (MA) Madania di Banguntapan Bantul mengunjungi Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Wirogunan Yogyakarta, Selasa (25/08/2015). Dalam kegiatan ini para siswa menyaksikan aktivitas yang dilakukan warga binaan mulai dari menyablon hingga produksi mebel. Frans Kurniawan Fuadi, salah satu siswa mengatakan kegiatan silaturahmi dengan warga binaan tersebut merupakan program sekolah yang bertujuan positif bagi siswa. Pengalaman mengetahui apa yang dilakukan warga binaan di dalam LP bisa menjadi pembuktian dari berbagai macam pikiran negatif tentang orang-orang yang tengah menjalani konsekuensi hukum. "Kita menjadi tahu bagaimana para warga binaan berkegiatan di dalam lapas karena dahulu di pikiran kami dalam penjara itu mengerikan dan kasar. Namun ternyata mereka diberikan bekal ketrampilan yang bisa membuat sukses ketika selesai menjalani hukuman," ungkapnya. Sementara itu secara terpisah, Kalapas Kelas IIA Wirogunan Yogyakarta, Zaenal Arifin mengungkapkan, pihaknya sangat terbuka dengan kegiatan kunjungan dari berbagai pihak. Menurutnya, LP Kelas II A Yogyakarta melakukan banyak kegiatan pembinaan agar para warga binaan siap menghadapi kehidupan usai menjalani hukuman. Zaenal juga berpesan, agar para siswa yang mengunjungi warga binaan tidak pernah sekalipun merasakan hidup di lapas. "Jangan sampai ada siswa yang datang ke sini nantinya sebagai warga binaan juga, itulah mungkin poin yang terpenting dari semua kunjungan ini," ungkapnya.(M-1) Sumber : krjogja.com

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0