Kolaborasi Rutan Majene dan Kemenag, Pengajian Jadi Wadah Perubahan Warga Binaan
Majene, INFO_PAS - Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Majene perkuat pembinaan kepribadian Warga Binaan melalui kegiatan pengajian rutin yang digelar bekerja sama dengan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Majene. Kegiatan ini menjadi bagian penting dari upaya Rutan Majene menumbuhkan kesadaran spiritual dan moral Warga Binaan sebagai bekal menuju reintegrasi sosial yang lebih baik.
Kepala Rutan Majene, Christy J. Thenu, menegaskan bahwa pembinaan mental dan spiritual merupakan fondasi utama dalam proses perubahan perilaku Warga Binaan. “Pembinaan kepribadian ini kami pandang sebagai langkah strategis untuk menumbuhkan kesadaran diri dan memperkuat keimanan para Warga Binaan. Kami berterima kasih atas dukungan penuh Kemenag Majene yang selama ini menjadi mitra penting dalam pelaksanaan program ini,” ujar Christy.
Ia menambahkan, kegiatan pengajian rutin ini bukan hanya forum pembelajaran agama, tetapi juga wadah untuk menumbuhkan nilai introspeksi, kejujuran, dan semangat memperbaiki diri. Dengan pembinaan yang berkelanjutan, diharapkan para Warga Binaan tidak hanya menjalani hukuman, tetapi juga mendapatkan pencerahan dan arah hidup yang baru.
Pengajian yang dipimpin oleh Penyuluh Agama Kemenag Majene, Ustaz Arifuddin Rowar, berfokus pada pendalaman nilai-nilai agama, etika, serta pentingnya pertobatan. Para Warga Binaan tampak antusias mengikuti setiap sesi, yang meliputi pembacaan ayat suci Al-Qur’an, ceramah keagamaan, dan diskusi terbuka.
“Materi kami sesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan psikologis Warga Binaan. Intinya, kami ingin memotivasi mereka untuk berubah dan menatap masa depan dengan lebih baik,” jelas Ustaz Arifuddin.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Barat, Ramdani Boy, mengapresiasi komitmen Rutan Majene dalam menjaga kesinambungan program pembinaan berbasis keagamaan.
“Pembinaan kepribadian menjadi kunci utama dalam membentuk perilaku dan kesadaran hukum Warga Binaan. Kami mendorong seluruh jajaran Pemasyarakatan, termasuk Rutan Majene, untuk terus kreatif dan konsisten mengembangkan pembinaan spiritual agar Warga Binaan siap kembali ke masyarakat sebagai individu yang bertanggung jawab dan produktif,” ungkapnya.
Ke depan, kerja sama antara Rutan Majene dan Kemenag Majene akan terus diperluas melalui kegiatan keagamaan lain, seperti bimbingan intensif membaca Al-Qur’an dan peringatan hari besar Islam. Langkah ini menegaskan peran Rutan Majene sebagai lembaga pembinaan yang tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga pada pembentukan karakter dan moral Warga Binaan sesuai dengan tujuan sistem Pemasyarakatan. (afn)
Kontributor: Humas Rutan Majene
What's Your Reaction?


