Lapas Batulicin Perluas Sinergi, Dorong Layanan Kesehatan dan Pelatihan Kemandirian Warga Binaan
Batulicin, INFO PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Batulicin terus perluas sinergi dengan berbagai instansi pemerintah guna memperkuat kualitas pembinaan Warga Binaan melalui peningkatan layanan kesehatan dan pengembangan pelatihan kemandirian. Langkah tersebut diwujudkan melalui koordinasi ke Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tanah Bumbu dan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Tanah Bumbu yang berlangsung penuh kehangatan dan semangat kolaborasi, Senin (13/7).
Koordinasi pertama dilaksanakan di Dinkes Kabupaten Tanah Bumbu. Kedua pihak membahas tindak lanjut pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) melalui pemeriksaan rontgen dada bagi Warga Binaan sebagai upaya memperkuat deteksi dini penyakit dan meningkatkan kualitas layanan kesehatan di lingkungan Pemasyarakatan.
Selanjutnya, kunjungan berlanjut ke Disnakertrans Kabupaten Tanah Bumbu. Para pihak membahas penguatan program pembinaan kemandirian melalui berbagai pelatihan keterampilan bagi Warga Binaan.
Dalam pertemuan tersebut, Lapas Batulicin mengajukan sejumlah usulan pelatihan meliputi konveksi menjahit, barbershop, hidroponik, dan budidaya ikan. Program-program tersebut diharapkan difasilitasi melalui Disnakertrans sebagai bekal keterampilan produktif yang meningkatkan kompetensi dan memperkuat kemandirian Warga Binaan ketika kembali ke tengah masyarakat.
Kepala Subseksi Pembinaan Lapas Batulicin, Harry Indrawan, menjelaskan sinergi dengan berbagai instansi merupakan langkah strategis dalam memperkuat kualitas pembinaan menyeluruh. Dukungan dari Dinkes dan Disnakertrans akan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas hidup dan keterampilan Warga Binaan.
"Koordinasi ini menjadi langkah penting dalam memperkuat pembinaan yang berorientasi pada peningkatan kualitas hidup Warga Binaan. Kami berharap kolaborasi bersama Dinkes dan Disnakertrans segera diwujudkan melalui program-program nyata yang memberikan manfaat langsung, baik dalam aspek kesehatan maupun peningkatan kompetensi keterampilan sebagai bekal ketika kembali ke masyarakat," ujar Harry.
Pengelola Program Tuberkulosis Dinkes Kabupaten Tanah Bumbu, Faterlina, menyampaikan pihaknya menyambut baik koordinasi yang dilakukan Lapas Batulicin sebagai komitmen dalam meningkatkan layanan kesehatan bagi Warga Binaan. Pelaksanaan pemeriksaan kesehatan melalui program CKG dengan rontgen dada akan segera ditindaklanjuti setelah jadwal teknis dari Dinkes Provinsi diterima.
"Setelah petunjuk teknis dan jadwal diterima, kami akan segera menyampaikan pemberitahuan resmi kepada Lapas agar pelaksanaan pemeriksaan berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat optimal," ujar Faterlina.
Sementara itu, Kepala Disnakertrans Kabupaten Tanah Bumbu, Kadri Mandar, menyampaikan pihaknya mendukung upaya Lapas Batulicin dalam meningkatkan kompetensi Warga Binaan melalui berbagai pelatihan keterampilan kerja. Pembekalan keterampilan yang tepat akan menjadi modal penting bagi Warga Binaan untuk membangun kemandirian dan meningkatkan peluang memperoleh pekerjaan maupun berwirausaha setelah kembali ke masyarakat.
"Melalui sinergi ini, kami berharap pelatihan konveksi menjahit, barbershop, hidroponik, dan budidaya ikan memberikan keterampilan aplikatif sehingga Warga Binaan memiliki bekal yang kuat untuk hidup mandiri setelah menyelesaikan masa pembinaannya," harap Kadri.
Rangkaian koordinasi tersebut menjadi komitmen Lapas Batulicin dalam membangun kolaborasi lintas sektor guna menghadirkan pembinaan yang makin komprehensif. Sinergi dengan pemerintah daerah diharapkan memperkuat pelayanan kesehatan sekaligus memperluas akses pelatihan kerja yang bermanfaat bagi Warga Binaan.
Melalui koordinasi yang terus diperkuat dengan Dinkes dan Disnakertrans Kabupaten Tanah Bumbu, Lapas Batulicin menegaskan komitmennya dalam membangun pembinaan yang berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia. Kolaborasi tersebut diharapkan menjadi fondasi lahirnya berbagai program yang mampu meningkatkan kualitas kesehatan, keterampilan, dan kemandirian Warga Binaan secara berkelanjutan sebagai bekal menuju kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke tengah masyarakat. (IR)
Kontributor: Lapas Batulicin
What's Your Reaction?


