Lapas Perempuan Bandung Usung Puff Tape Jadi Oleh-Oleh Kekinian Khas Bandung
Bandung, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Bandung usung Puff Tape jadi salah satu produk unggulannya. Bahkan, pihak Lapas optimistis Puff Tape Lamoria akan diminati warga Bandung dan wisatawan yang ingin membawa oleh-oleh dari Bandung.
Kepala Lapas Perempuan Bandung, Rika Aprianti, menggadang-gadang Puff Tape menjadi salah satu produk unggulan mengingat Bandung terkenal dengan peuyeum atau tape. “Ya, jadi ide ini salah satunya karena dulu Bandung kan terkenal dengan peuyeumnya. Dulu kalau ke Bandung orang-orang pasti suka tanya ‘Peuyeumnya mana’. Walaupun sekarang sudah mulai tergerus zaman, kami ingin membangkitkan kenangan itu lagi melalui Lamoria Puff Tape,” jelasnya, Selasa (6/10).
Menurut Rika, ada cerita haru tentang terciptanya Puff Tape. “Puff tape ini murni hasil kreasi Warga Binaan kami dan perjalanannya sangat panjang hingga tercipta Puff Tape versi the best yang sekarang. Butuh waktu enam tahun,” jelasnya bangga.
Rika menjelaskan Puff Tape adalah olahan tape unggulan dipadu keju dan susu, dibalut pastry goreng yang renyah. Ia juga menambahkan ada delapan varian topping Puff Tape.
”Jadi, istilahnya tuh digigit renyah dengan tape keju yang lumer di mulut, meleleh. Beneran cobain deh, pasti nagih,” kata Rika berpromosi penuh semangat.

Saat ini, Puff Tape dijual secara online, baik di media sosial Lamoria dan juga Shopee. “Sebentar lagi, mohon doanya koperasi kami akan menjual Puff Tape dan produk-produk Lamoria lainnya secara langsung di depan Lapas yang kami namakan Lamoria Paviliun. Semoga makin mendekatkan Lapas Perempuan Bandung dengan masyarakat karena sejatinya Warga Binaan akan kembali ke masyarakat,” kata Rika.
Ia juga menyebut produk kuliner menjadi produk unggulan yang akan dijual secara online maupun secara langsung di Lamoria Paviliun. Selain Puff Tape, juga akan dijual beraneka jajanan pasar, bakery, cake, dan kopi kekinian yang diolah khusus oleh barista Lapas Perempuan. Selain kuliner, juga dijual batik tulis dan cap, kerajinan perca, aneka produk rajut, bahkan produk-produk fesyen ready to wear.
“Pokoke kulinernya uenaaak uenaaak, dan craft plus fesyennya cantik-cantik. Don’t miss it, ya. Puff Tape dan kawan-kawannya,” pesan Rika.
Sementara itu, Mei (bukan nama sebenarnya), Warga Binaan yang menjadi kreator Puff Tape, menjelaskan ia dibina di Lapas Perempuan Bandung sudah enam tahun dan selama itu juga ia dan teman-teman di Lapas meramu resep Puff Tape. "Kami terus meramu Puff Tape sampai dapat resep terbaik. Dulu isian tapenya masih dipadu dengan tepung dan belum se-creamy Puff Tape saat ini," jelasnya.
Saat ditanyakan apakah Mei tidak keberatan resep ini akan diteruskan oleh Lapas Perempuan Bandung, perempuan 40 tahun ini menyerahkan resep Puff Tape ini sepenuhnya untuk Lapas Perempuan Bandung. “Semoga dilanjutkan teman-teman di sini saat saya pulang. Semoga menjadi salah satu amal yang menghapus kesalahan masa lalu saya,” harapnya.
Kontributor: LPP Bandung
What's Your Reaction?


