Panen Ratusan Telur per Hari, Lapas Kelas I Cipinang Bangun Pembinaan Produktif dan Dukung Ketahanan Pangan
Jakarta, INFO_PAS – Program pembinaan kemandirian di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Cipinang terus tunjukkan hasil nyata. Melalui unit peternakan ayam petelur, sekitar 600 butir telur dipanen setiap hari dan disuplai secara rutin kepada Primer Koperasi Pemasyarakatan Indonesia (Primkopasindo) Lapas Kelas I Cipinang untuk memenuhi kebutuhan kantin.
Kegiatan tersebut tidak berhenti pada latihan kerja. Warga Binaan terlibat dalam proses pemeliharaan, produksi, hingga pengelolaan hasil, sementara telur yang dihasilkan memiliki pasar tetap di lingkungan Lapas. Dari hasil penjualan tersebut, Warga Binaan peserta pembinaan juga memperoleh premi sebagai penghargaan atas produktivitas dan kontribusi kerja mereka.
Kepala Lapas Kelas I Cipinang, Dr. Syarpani, mengatakan pembinaan kemandirian harus diarahkan pada kegiatan produktif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata. “Pembinaan harus menghasilkan nilai. Warga Binaan belajar bekerja, membangun keterampilan dan tanggung jawab, sementara hasil produksinya memiliki pasar dan kembali memberikan manfaat. Ketika mereka juga memperoleh premi dari hasil kerja, pembinaan menjadi makin nyata sebagai bekal menuju kemandirian,” tegasnya, Senin (24/8).
Kepala Bidang Kegiatan Kerja, Lis Susanti, menjelaskan produksi telur berlangsung setiap hari dan menjadi salah satu unit pembinaan yang konsisten menghasilkan output terukur. “Rata-rata sekitar 600 telur dihasilkan setiap hari dan disuplai ke Primkopasindo untuk memenuhi kebutuhan kantin. Hasil penjualannya juga menjadi dasar pemberian premi kepada Warga Binaan yang terlibat sehingga mereka belajar bukan hanya beternak, tetapi memahami proses kerja produktif dari produksi hingga hasilnya memiliki nilai ekonomi,” jelasnya.
Salah seorang peserta pembinaan, RD, mengaku kegiatan tersebut memberikan pengalaman kerja sekaligus menumbuhkan rasa tanggung jawab. “Kami belajar merawat ternak, menjaga kebersihan, dan memastikan produksi berjalan setiap hari. Ada rasa bangga ketika hasil kerja kami benar-benar dimanfaatkan dan kami juga mendapatkan premi. Itu membuat kami merasa kerja kami dihargai dan menjadi bekal untuk nanti setelah bebas,” ungkapnya.
Kemitraan dengan Primkopasindo menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan program karena memastikan hasil produksi terserap untuk kebutuhan kantin di lingkungan Lapas. Pola ini menghubungkan pembinaan, produksi, pemasaran, dan penghargaan kerja dalam satu ekosistem yang saling menguatkan.
Melalui peternakan ayam petelur, Lapas Kelas I Cipinang terus memperkuat pembinaan kemandirian produktif, terukur, dan terhubung dengan kebutuhan riil. Produksi ratusan telur setiap hari sekaligus pemberian premi kepada Warga Binaan menunjukkan pembinaan berjalan beriringan dengan penguatan ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi. (IR)
Kontributor: Lapas Kelas I Cipinang
What's Your Reaction?


