Produk Pertanian Lapas Banjarmasin Dibidik Sertifikasi Prima 3

Produk Pertanian Lapas Banjarmasin Dibidik Sertifikasi Prima 3

Banjarmasin, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin terus tunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas hasil pembinaan. Pada Selasa (24/2), Lapas Banjarmasin menerima kunjungan dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan dalam rangka pengambilan sampel produk pertanian untuk proses Sertifikasi Prima 3.

Rombongan yang dipimpin oleh Akhmad Syahid Berny selaku Kepala Seksi Konsumsi dan Keamanan Pangan bersama tim diterima langsung oleh Kepala Seksi Kegiatan Kerja, Bagus Paras Etika. Ia didampingi Kepala Subseksi Bimbingan Kerja dan Pengelolaan Hasil Kerja, Obi Noverianda, serta jajaran.

Sertifikasi Prima 3 merupakan jaminan mutu dan keamanan pangan segar asal tumbuhan yang menandakan produk telah memenuhi standar keamanan pangan sesuai ketentuan. Pengambilan sampel dilakukan pada hasil pertanian yang dikembangkan di Sarana Asimilasi dan Edukasi.

Bagus menyampaikan proses sertifikasi menjadi motivasi bagi jajaran kegiatan kerja dan Warga Binaan untuk terus menjaga konsistensi kualitas. “Kami ingin produk pertanian Warga Binaan memiliki standar yang jelas dan diakui. Ini bukan sekadar target, tetapi komitmen menjaga kualitas secara berkelanjutan,” ujarnya.

Mewakili Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan, Akhmad Syahid Berny menjelaskan pengambilan sampel menjadi tahapan penting dalam proses verifikasi. “Kami bersama tim melakukan identifikasi dan pengujian sesuai prosedur. Jika memenuhi persyaratan, maka produk tersebut dapat dinyatakan layak memperoleh Sertifikasi Prima 3,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Lapas Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, menegaskan langkah ini merupakan transformasi pembinaan yang berorientasi kualitas. “Kami tidak ingin berhenti pada tahap produksi saja. Hasil pertanian Warga Binaan harus memenuhi standar dan memiliki nilai jual yang diakui. Sertifikasi Prima 3 adalah bukti keseriusan kami dalam menjaga mutu sekaligus memberi pengalaman nyata kepada Warga Binaan tentang pentingnya standar dalam dunia kerja,” tegasnya.

Melalui langkah ini, Lapas Banjarmasin membuktikan pembinaan kemandirian tidak hanya fokus pada produktivitas, tetapi juga pada mutu, keamanan pangan, dan daya saing hasil produksi. (IR)

 

 

Kontributor: Lapas Banjarmasin

What's Your Reaction?

like
1
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0