Program “Lovers”, LPKA Palu Gandeng GenRe dan GKST Bangun Kesehatan Mental Anak Binaan
Palu, INFO_PAS - Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Palu bersama Duta Generasi Berencana (Genre) Kota Palu dan Gereja Kristen Sulawesi Tengah (GKST) gelar kegiatan bertajuk “Lovers” atau Love and Care for Others, Sabtu (8/11). Kegiatan ini mengusung semangat kasih sayang dan kepedulian, sejalan dengan tema besar “Semua Berhak Dicintai” sebagai upaya membangun kesehatan mental Anak Binaan. Melalui berbagai aktivitas, seperti permainan edukatif, sesi berbagi cerita, dan motivasi dari para relawan Genre, Anak Binaan diajak untuk kembali mengenali nilai cinta, empati, dan pentingnya saling menghargai dalam kehidupan sosial.
Kepala LPKA Palu, Welli, menyampaikan kegiatan ini merupakan bentuk pendekatan humanis dalam proses pembinaan yang ramah anak. “Kami ingin menumbuhkan kembali rasa percaya diri dan optimisme Anak Binaan. Mereka berhak mendapatkan cinta, di cintai, dan kesempatan yang sama untuk memperbaiki diri,” ujarnya.
Sementara itu, Duta Perempuan GKST, Jein, menambahkan kegiatan ini menjadi wadah bagi Anak Binaan untuk menyalurkan ekspresi positif dan membangun hubungan sosial yang sehat. “Kami ingin hadir bukan hanya sebagai motivator, tapi juga sebagai teman yang mau mendengarkan,” ucapnya.
Suasana hangat dan penuh keakraban terasa sepanjang kegiatan. Salah satu Finalis Duta Genre Palu, Joy Heavenly Alamako, mengajak Anak Binaan untuk berperan aktif dalam kegiatan ini. Anak Binaan pun antusias mengikuti setiap sesi, mulai dari permainan kelompok hingga penulisan pesan cinta dan harapan untuk masa depan mereka.
Kegiatan ini turut mendapat apresiasi dari Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Tengah, Bagus Kurniawan. Ia menegaskan kegiatan bersama para pemerhati anak menjadi wujud nyata pelaksanaan restorative justice di lingkungan pembinaan terhadap Anak Binaan.
“Pemulihan psikologis adalah bagian penting dari proses pembinaan. Kami sangat mendukung langkah LPKA Palu yang menggandeng berbagai pemerhati anak untuk memperhatikan aspek mental dan sosial Anak Binaan. Sinergi seperti ini harus terus diperkuat,” tutur Bagus.
Kolaborasi bersama pemerhati anak menjadi bukti nyata Pemasyarakatan bukan sekadar penegakan hukum, tetapi juga upaya kemanusiaan untuk membangun kembali harapan. Melalui kegiatan “Lovers”, LPKA Palu berharap sinergi yang dijalin bersama Genre Palu, dan GKST terus berlanjut dalam mendukung tumbuh kembang psikologis Anak Binaan. (IR)
Kontributor: LPKA Palu
What's Your Reaction?


