Sambut Kunjungan BPOM Prov. Ambon, Lapas Geser Siap Produksi VCO Premium

Sambut Kunjungan BPOM Prov. Ambon, Lapas Geser Siap Produksi VCO Premium

Geser, INFO_PAS - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Geser sambut kunjungan strategis dari Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Maluku di Ambon, Selasa (9/6). Kedatangan ini disambut langsung oleh Kepala Lapas Geser, Nober Hasanda, didampingi jajaran struktural.

Dalam kesempatan tersebut, Nober menyampaikan Lapas Geser terus berupaya menunjukkan komitmennya sebagai pusat pembinaan yang produktif. Upaya ini dilakukan dengan memanfaatkan melimpahnya komoditas kelapa lokal untuk memproduksi minyak kelapa murni atau Virgin Coconut Oil (VCO) berkualitas, teruji klinis, dan memiliki izin resmi.

“Kami sangat mengapresiasi kunjungan tim dari BPOM untuk meninjau langsung kesiapan area produksi VCO di Lapas Geser. Dukungan ini menjadi angin segar bagi kami,” ujar Nober.

Nober menegaskan kerja sama ini merupakan langkah krusial untuk menaikkan kelas produk Warga Binaan. Dukungan dan sertifikasi resmi dari BPOM tidak hanya menjamin keamanan konsumsi, tetapi juga memperluas jangkauan pasar. Melalui legalitas yang jelas, hasil karya Lapas Geser kini siap bersaing di pasaran.

Sementara itu, Kepala BPOM Provinsi Maluku, Tamran Ismail, siap mengawal penuh pengurusan legalitas produk, mulai dari pendaftaran merek hingga sertifikasi keamanan pangan. “Kami hadir untuk memberikan pendampingan penuh dan mengawal proses legalitas produk ini, mulai dari pendaftaran merek hingga penerbitan izin edar. Komitmen kami adalah memastikan produk VCO yang dihasilkan higienis, aman dikonsumsi masyarakat, dan memenuhi standar edar BPOM,” jelasnya.

Di tempat yang sama, Ketua Tim Sertifikasi BPOM Ambon, Mathias S.T. Ola, menjelaskan alur perizinan dimulai dari penerbitan izin prinsip dan pembuatan Nomor Induk Berusaha melalui Pelayanan Terpadu Satu Pintu, dilanjutkan ke BPOM. “Kami menyarankan, agar mempercepat proses legalitas, wadah produksi VCO ini sebaiknya dipayungi oleh Koperasi Lapas atau melalui unit usaha Dharma Wanita Persatuan. Proses ini tentunya harus mematuhi regulasi yang ada serta disesuaikan dengan aturan terkait pemenuhan syarat kemandirian bangunan dan lingkungan,” ungkapnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan pemantauan produksi VCO oleh rombongan BPOM. Tim BPOM mengarahkan agar pihak Lapas segera menyediakan ruangan khusus alur produksi, mulai dari pengolahan hingga pengemasan produk. Diserahkan pula buletin BPOM sebagai bahan referensi untuk menambah wawasan dan pengetahuan para Warga Binaan.

Melalui penerbitan legalitas dan izin edar pangan, produk VCO hasil karya Warga Binaan Lapas Geser diproyeksikan tidak hanya higienis dan bernilai ekonomi tinggi, tetapi juga siap bersaing di pasar UMKM. Program ini diharapkan menjadi pelopor serta contoh bagi Lapas lainnya dalam mencetak Warga Binaan mandiri, produktif, dan terampil. (IR)

 

Kontributor: Lapas Geser

 

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0