Sambut Pekan Literasi Global, Warga Binaan Lapas Wahai Tingkatkan Minat Baca

Sambut Pekan Literasi Global, Warga Binaan Lapas Wahai Tingkatkan Minat Baca

Wahai, INFO_PAS – Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai ikuti kegiatan membaca di perpustakaan Lapas, Senin (26/10). Kegiatan ini menjadi upaya mendorong peningkatan minat baca dan budaya literasi, sekaligus menyambut Pekan Literasi Media dan Informasi Global yang diperingati setiap 24–31 Oktober atas inisiatif UNESCO.

Kegiatan tersebut diawasi oleh petugas pembinaan, Rahmatsyah Latief Ode, didampingi peserta MagangHub. Warga Binaan diberikan kesempatan untuk memilih dan membaca buku sesuai minat masing-masing. Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menambah wawasan, memperluas pengetahuan, dan memanfaatkan waktu dengan aktivitas positif selama menjalani masa pidana.

Rahmatsyah menyampaikan perpustakaan memiliki peran penting dalam mendukung proses pembinaan Warga Binaan. “Kami mendorong Warga Binaan untuk memanfaatkan fasilitas perpustakaan dengan baik. Membaca dapat menambah pengetahuan, melatih konsentrasi, dan menjadi kebiasaan positif yang dapat terus dikembangkan,” ujarnya.

Peserta MagangHub, Muhammaad Irfan, menyampaikan pendampingan kegiatan membaca menjadi kesempatan untuk mendukung pengembangan pengetahuan Warga Binaan melalui bahan bacaan yang tersedia. “Kami berharap kegiatan ini meningkatkan ketertarikan Warga Binaan terhadap buku. Makin sering membaca, makin banyak informasi dan pengetahuan yang bisa diperoleh,” harapnya.

Salah satu Warga Binaan berinisial SW mengaku kegiatan membaca memberinya kesempatan untuk mempelajari hal-hal baru dan mengisi waktu dengan aktivitas bermanfaat. “Dengan membaca, saya mendapatkan pengetahuan baru dan memahami banyak hal yang sebelumnya belum saya ketahui. Saya berharap lebih rajin membaca dan menerapkan hal-hal positif yang saya pelajari,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Subseksi Pembinaan, La Joi, menjelaskan kegiatan literasi merupakan salah satu bagian penting dalam pembinaan kepribadian. Kebiasaan membaca dapat membantu Warga Binaan mengembangkan pola pikir, memperoleh informasi yang bermanfaat, dan mempersiapkan diri untuk kembali beradaptasi dengan masyarakat setelah menyelesaikan masa pidana.

“Kami ingin perpustakaan tidak hanya menjadi tempat menyimpan buku, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran yang dimanfaatkan berkelanjutan oleh Warga Binaan. Melalui kegiatan membaca, mereka dapat mengembangkan wawasan dan membangun kebiasaan belajar positif,” kata La Joi.

Senada, Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, menegaskan peningkatan literasi merupakan dukungan terhadap pembinaan yang berorientasi pada pengembangan diri Warga Binaan. Ia berharap momentum Pekan Literasi Media dan Informasi Globalmendorong tumbuhnya kebiasaan membaca sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya memperoleh dan memahami informasi secara tepat.

“Literasi menjadi bekal penting bagi Warga Binaan untuk memperluas wawasan, meningkatkan kemampuan berpikir, dan mempersiapkan diri kembali ke tengah masyarakat. Kami berharap kegiatan membaca tidak hanya dilakukan pada momentum Pekan Literasi Global, tetapi menjadi kebiasaan yang terus dipelihara,” pinta Tersih.

Melalui kegiatan ini, Lapas Wahai terus mendorong pemanfaatan perpustakaan sebagai sarana pembelajaran dan pengembangan diri. Peningkatan minat baca diharapkan mendukung proses pembinaan serta membentuk Warga Binaan yang lebih berpengetahuan, produktif, dan siap menjalani kehidupan bermasyarakat. (IR)

 

 

Kontributor Lapas Wahai

What's Your Reaction?

like
1
dislike
0
love
1
funny
0
angry
0
sad
0
wow
1