Terdampak Gempa, 52 Warga Binaan Rutan Ruteng Dipindahkan ke Rutan Bajawa
Bajawa, INFO_PAS – Sebanyak 52 Warga Binaan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Ruteng dipindahkan ke Rutan Kelas IIB Bajawa, Minggu (23/8). Pemindahan dilakukan sebagai langkah antisipasi setelah gempa bumi yang guncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur, pada 15 Agustus 2026 sebabkan sejumlah bagian bangunan Rutan Ruteng, terutama blok hunian, mengalami kerusakan.
Pemindahan tersebut merupakan tahap awal dari rencana relokasi Warga Binaan Rutan Ruteng. Saat ini, Rutan Ruteng dihuni 167 Warga Binaan yang akan dipindahkan secara bertahap ke Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan yang siap menerima, dengan mempertimbangkan kondisi bangunan serta kesiapan UPT tujuan.
Kepala Rutan Ruteng, Roby Fernandes, menegaskan bahwa keselamatan Warga Binaan dan petugas jadi prioritas dalam situasi darurat pascabencana.
"Langkah pemindahan ini merupakan respons cepat dan bentuk tanggung jawab kami untuk menjamin keamanan serta keselamatan seluruh Warga Binaan. Meskipun bangunan Rutan mengalami kerusakan akibat gempa, kami memastikan proses relokasi bertahap ini berjalan humanis, sesuai SOP, dan hak-hak dasar Warga Binaan tetap terpenuhi dengan baik," ujar Roby.
Rombongan yang membawa 52 Warga Binaan berangkat dari Rutan Ruteng sekitar pukul 17.00 WITA. Proses pemindahan mendapat pengawalan dan pengamanan dari Polres Manggarai, Polres Ngada, Kodim 1625/Ngada, Kejaksaan Negeri Manggarai, serta petugas Rutan Ruteng dan Rutan Bajawa.
Setelah menempuh perjalanan sekitar empat setengah jam, rombongan tiba di Rutan Bajawa sekitar pukul 21.30 WITA. Seluruh Warga Binaan tiba dalam kondisi sehat dan aman serta langsung diterima Kepala Rutan Bajawa bersama jajaran.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Nusa Tenggara Timur (NTT), Decky Nurmansyah, mengatakan pemindahan dilakukan sebagai langkah cepat untuk memastikan keselamatan Warga Binaan dan petugas.
"Pemindahan ini kami lakukan dengan mengutamakan keselamatan Warga Binaan dan petugas. Di sisi lain, pelayanan dan pembinaan harus tetap berjalan meskipun kondisi Rutan Ruteng terdampak gempa," ujar Decky.
Ia menambahkan, pemindahan berikutnya akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan UPT penerima, aspek keamanan, kondisi Warga Binaan, serta keberlangsungan pelayanan dan pembinaan.
Salah satu Warga Binaan, AB, mengungkapkan rasa syukurnya setelah tiba dengan selamat di Rutan Bajawa.
"Kami bersyukur sudah sampai dengan selamat. Terima kasih kepada petugas yang sudah mendampingi kami selama perjalanan. Semoga keadaan segera membaik dan kami bisa menjalani pembinaan dengan baik di sini," ujarnya.
Pemindahan tersebut diharapkan dapat memastikan Warga Binaan tetap mendapatkan pelayanan dan pembinaan secara aman selama proses penanganan dampak gempa di Rutan Ruteng berlangsung. (afn)
Kontributor: Humas Rutan Ruteng dan Kanwil Ditjenpas NTT
What's Your Reaction?


