Unit Kerajinan Tangan Lapas Cipinang Catat Capaian Nyata Pembinaan Kemandirian Warga Binaan

Unit Kerajinan Tangan Lapas Cipinang Catat Capaian Nyata Pembinaan Kemandirian Warga Binaan

Jakarta, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Cipinang terus berkomitmen mengembangkan pembinaan kemandirian Warga Binaan melalui penguatan kegiatan handycraft berbasis kayu, Senin (29/12). Kegiatan ini menjadi upaya pembekalan keterampilan kreatif yang aplikatif dan bernilai guna bagi Warga Binaan.

Melalui unit tersebut, Warga Binaan dibina untuk menghasilkan berbagai produk kerajinan tangan dengan memanfaatkan bahan kayu dan limbah kayu. Produk yang dihasilkan lebih diarahkan pada karya dekoratif dan pajangan, seperti miniatur kapal pinisi dan kerajinan tematik lainnya, yang mengedepankan ketelitian, kreativitas, dan nilai estetika.

Sebagai bentuk peningkatan kompetensi, Lapas Cipinang telah melaksanakan pelatihan handycraft bekerja sama dengan Lembaga Pelatihan Kerja Puspa Antariksa pada Oktober 2025. Pelatihan ini diikuti Warga Binaan yang tergabung dalam unit handycraft dengan jumlah peserta aktif sebanyak empat orang sesuai kapasitas dan kebutuhan unit pembinaan tersebut.

Pelatihan dilaksanakan secara bertahap melalui pendampingan praktik langsung, mulai dari pengenalan bahan, teknik pembentukan, hingga penyelesaian produk. Dokumentasi kegiatan menjadi bukti proses pembinaan yang berjalan, sementara sertifikat pelatihan masih dalam tahap administrasi dari pihak lembaga pelatihan.

Kepala Lapas Cipinang, Wachid Wibowo, menyampaikan pembinaan handycraft menjadi unit penting dalam menumbuhkan keterampilan sekaligus kepercayaan diri Warga Binaan. “Melalui pembinaan kerajinan tangan, Warga Binaan tidak hanya belajar keterampilan teknis, tetapi juga dilatih ketekunan, kedisiplinan, dan tanggung jawab. Ini menjadi bekal positif bagi mereka ketika kembali ke masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kegiatan Kerja, Irdiansyah Rana, menekankan pembinaan handycraft disesuaikan dengan potensi dan minat Warga Binaan. “Kami fokus pada pengembangan keterampilan yang realistis dan berkelanjutan. Handycraft berbasis kayu menjadi salah satu bentuk pembinaan yang terus kami dorong agar hasilnya memiliki nilai ekonomi dan kreatif,” jelasnya.

Upaya pengembangan pembinaan handycraft ini sejalan dengan 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, khususnya pada aspek penguatan dan peningkatan pendayagunaan Warga Binaan untuk menghasilkan produk UMKM. Lapas Cipinang terus berupaya menghadirkan pembinaan yang produktif dan akuntabel sebagai wujud implementasi nilai Profesional, Responsif, Integritas, Modern, dan Akuntabel, serta pelayanan Pemasyarakatan yang Pasti Bermanfaat untuk Masyarakat. (IR)

 

 

Kontributor: Lapas Cipinang

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0