Lapas Cibinong Panen 45 Kg Selada Hidroponik dan 71 Kg Lele
Cibinong, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong laksanakan panen selada hidroponik sebanyak 45 kilogram di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE), Senin (5/1). Kegiatan ini merupakan pelaksanaan 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) tentang kemandirian pangan melalui program pertanian, perikanan, serta peternakan di Lapas dan Rutan.
Panen selada hidroponik tersebut merupakan hasil dari proses pembinaan yang dilaksanakan secara berkelanjutan dengan menerapkan sistem pertanian tanpa tanah (hidroponik). Warga Binaan dilibatkan secara aktif mulai dari penyemaian benih, pengaturan nutrisi dan aliran air, perawatan tanaman, hingga proses panen. Program ini tidak hanya memberikan keterampilan teknis, tetapi juga memperkenalkan teknologi pertanian yang efisien dan ramah lingkungan.
Kepala Seksi (Kasi) Kegiatan Kerja (Giatja), Tunggadewi Ratu Wardhani, menyampaikan penerapan sistem hidroponik di SAE merupakan upaya untuk menyesuaikan pembinaan dengan perkembangan teknologi pertanian saat ini. “Melalui budidaya selada hidroponik, kami ingin membekali Warga Binaan dengan keterampilan pertanian modern yang memiliki nilai ekonomis dan peluang usaha setelah mereka kembali ke masyarakat,” ujarnya.
Salah seorang Warga Binaan dengan inisial SR mengungkapkan rasa bangga dapat terlibat langsung dalam kegiatan tersebut. Ia menilai pembinaan ini memberikan pengalaman dan pengetahuan baru yang sangat bermanfaat.
“Kami belajar cara bertani dengan sistem hidroponik yang sebelumnya belum pernah kami kenal. Kegiatan ini membuat kami lebih produktif dan memberi harapan untuk membuka usaha atau bekerja di bidang pertanian setelah bebas nanti,” tuturnya.
Dukungan pun disampaikan Kepala Lapas (Kalapas) Cibinong, Wisnu Hani Putranto, yang menyebut panen selada hidroponik ini merupakan komitmen dalam menghadirkan pembinaan yang produktif dan adaptif terhadap perkembangan zaman. “Program hidroponik ini tidak hanya bertujuan mengisi waktu Warga Binaan, tetapi lebih dari itu, kami ingin membekali mereka dengan keterampilan nyata yang memiliki nilai guna dan nilai jual ketika kembali ke masyarakat. Pembinaan harus mampu menciptakan perubahan dan kemandirian,” tegasnya.
Melalui panen selada hidroponik ini, Lapas Cibinong menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program pembinaan yang inovatif, produktif, dan berkelanjutan guna menciptakan Warga Binaan yang mandiri, berdaya saing, serta siap kembali dan berkontribusi positif di tengah masyarakat.

Pada hari yang sama, Lapas Cibinong juga panen 71 kilogram ikan lele sebagai bentuk pembinaan produktif di bidang pangan. Kegiatan ini merupakan transformasi pembinaan yang berorientasi pada keterampilan dan kemandirian Warga Binaan.
“Panen lele ini bukan sekadar hasil budidaya, tetapi bukti bahwa pembinaan yang kami jalankan selaras dengan 15 Program Aksi Kemenimipas. Warga Binaan kami libatkan dari proses produksi hingga pengolahan sehingga mereka memiliki bekal keterampilan yang nyata,” ujar Kalapas.
Hasil panen tidak hanya dipasarkan dalam bentuk ikan segar kepada pihak ketiga CV Subakut Kuta, namun juga diolah menjadi produk lele siap saji dengan berbagai pilihan bumbu yang secara khusus disajikan bagi para pengunjung. Inovasi ini menjadi nilai tambah pembinaan, sekaligus membuka ruang interaksi positif antara Lapas dan masyarakat.
Senada, Kasi Giatja menjelaskan pengolahan lele menjadi siap saji merupakan bagian dari pengembangan keterampilan kuliner Warga Binaan. “Kami ingin hasil pembinaan tidak hanya berhenti pada panen, tetapi juga bernilai tambah. Lele diolah menjadi menu siap saji dengan berbagai bumbu sehingga Warga Binaan belajar manajemen usaha, pengolahan pangan, hingga pelayanan kepada konsumen,” jelas Ratu seraya menjelaskan keuntungan dari penjualan tersebut akan diberikan premi bagi Warga Binaan dan sebagian lagi disetorkan untuk Penerimaan Negara Bukan Pajak.
Salah satu Warga Binaan berinisial T mengungkapkan rasa bangganya. “Saya senang bisa ikut dari awal budidaya sampai lele ini diolah dan dinikmati pengunjung. Pengalaman ini membuka wawasan saya tentang usaha yang bisa dijalankan setelah bebas nanti,” ungkapnya.
Panen lele ini menegaskan pembinaan di Lapas merupakan proses pembentukan diri dan penanaman harapan baru. Lapas Cibinong secara konsisten menghadirkan pembinaan terpadu yang menyentuh aspek spiritual, mental, dan keterampilan sebagai persiapan reintegrasi Warga Binaan ke masyarakat. (IR)
Kontributor: Lapas Cibinong
What's Your Reaction?


