Natal di Lapas Palu, Pegawai dan Warga Binaan Rajut Iman dan Kebersamaan
Palu, INFO_PAS - Pegawai dan Warga Binaan beragama Kristen di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Palu ikuti Ibadah Perayaan Natal Jemaat Kalvari, Sabtu (13/12), di Aula Pemasyarakatan Lapas Palu. Kegiatan yang dimulai pukul 17.00 WITA ini menjadi bagian dari pembinaan kepribadian melalui penguatan rohani, sekaligus mempererat kebersamaan dalam suasana kekeluargaan.
Perayaan Natal tersebut dihadiri Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Sulawesi Tengah (Sulteng), Maulana Luthfiyanto, Kepala Lapas Palu, Makmur, Kepala Balai Pemasyarakatan Palu, Hasrudin, pejabat struktural dan pegawai Lapas Palu, serta WBP beragama Kristen. Hadir pula perwakilan Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulteng dari Bimas Kristen, Pengurus dan Anggota Dharma Wanita Persatuan Lapas Palu, serta tim pelayanan Gereja Sion Anatapura Palu.
Kepala Lapas Palu, Makmur, dalam sambutannya menyampaikan ucapan Selamat Natal sekaligus menegaskan pentingnya perayaan ini dalam proses pembinaan. “Perayaan Natal ini kami harapkan dapat menjadi sumber harapan dan kekuatan baru bagi Warga Binaan untuk terus memperbaiki diri, membangun sikap yang lebih baik, serta memiliki semangat baru dalam mengikuti seluruh program pembinaan di Lapas Palu,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pembinaan rohani merupakan fondasi penting dalam sistem Pemasyarakatan. “Melalui kegiatan keagamaan seperti ini, kami berupaya membentuk pribadi Warga Binaan yang lebih sadar akan nilai-nilai moral dan spiritual, sehingga ketika kembali ke masyarakat nantinya dapat menjadi pribadi yang lebih baik dan bertanggung jawab,” tambah Makmur.
Ibadah dipimpin oleh Pdt. Sila Pasalli, M.Th. dari Gereja Sion Anatapura Palu. Dalam khotbahnya, ia menegaskan makna kehadiran Kristus bagi kehidupan manusia. “Allah tidak pernah meninggalkan umat-Nya terbelenggu dalam dosa. Dalam kasih-Nya yang besar, Allah hadir untuk menyelamatkan dan memulihkan manusia. Kehadiran Yesus Kristus di tengah dunia adalah jawaban nyata atas kebutuhan terdalam manusia akan keselamatan, pengampunan, dan pengharapan hidup yang sejati. Di dalam Kristus, kita tidak hanya diselamatkan, tetapi juga diberi harapan untuk hidup yang baru,” tuturnya.
Suasana ibadah semakin khidmat dengan puji-pujian dari tim pelayanan Gereja Sion Anatapura Palu yang diikuti secara aktif oleh pegawai dan Warga Binaan. Kegiatan ditutup dengan penyerahan cenderamata kepada Kepala Lapas Palu dan Pdt. Sila Pasalli, serta sesi foto bersama.
Sebagai wujud kepedulian sosial, perayaan Natal dilanjutkan dengan penyerahan bingkisan Natal secara simbolis kepada keluarga Warga Binaan. Salah satu keluarga Warga Binaan, Yani, mengungkapkan rasa syukur atas perhatian tersebut. “Kami sangat bersyukur dan terharu atas perhatian yang diberikan oleh Lapas Palu melalui bantuan sosial bingkisan Natal ini. Bantuan ini bukan hanya meringankan beban kami, tetapi juga menjadi penguat iman dan pengharapan bagi keluarga kami,” ungkapnya.
Perayaan Natal ini diharapkan dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari pembinaan kepribadian, rehabilitasi, dan reintegrasi sosial Warga Binaan di Lapas Palu. (afn)
Kontributor: Humas Lapas Palu
What's Your Reaction?


