Rutan Kebumen dan IAINU MoU Pembinaan Mental

KEBUMEN - Suasana keakraban menyelimuti lingkungan Rutan Kebumen saat penandatanganan kerja sama pembinaan mental kerohanian dengan menggandeng Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama (IAINU) Kebumen baru-baru ini. Acara tersebut dihadiri 137 warga binaan Rutan Kebumen, wakil Rektor II IAINU Hartono serta Dekan Fakultas Ushuludin dan Dakwah Ali Mumin. Tampak pula kepala Rutan Kebumen Soetopo B dan jajaran petugas di lembaga pemasyarakatan tersebut. Dalam kesempatan tersebut, perwakilan warga binaan Rutan diberikan kesempatan untuk menyampaikan kesannya. Tampil Gunawan (43), warga Alian, kebumen yang menjadi terpidana perkara kecelakaan kerja. Ia tidak canggung mendekati mic yang sudah digunakan untuk sambutan dua pejabat. Pertama sambutan dari Kepala Rutan Kebumen Soetopo . Dilanjutkan sambutan dari wakil Rektor II IAINU Kebumen Hartono. Menurut Gunawan sebelum dipimpin Soetopo, warga binaan Rutan Kebumen harus bertemu pembesuk lewat lubang tikus. Itu pun ada kaw

Rutan Kebumen dan IAINU MoU Pembinaan Mental
KEBUMEN - Suasana keakraban menyelimuti lingkungan Rutan Kebumen saat penandatanganan kerja sama pembinaan mental kerohanian dengan menggandeng Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama (IAINU) Kebumen baru-baru ini. Acara tersebut dihadiri 137 warga binaan Rutan Kebumen, wakil Rektor II IAINU Hartono serta Dekan Fakultas Ushuludin dan Dakwah Ali Mumin. Tampak pula kepala Rutan Kebumen Soetopo B dan jajaran petugas di lembaga pemasyarakatan tersebut. Dalam kesempatan tersebut, perwakilan warga binaan Rutan diberikan kesempatan untuk menyampaikan kesannya. Tampil Gunawan (43), warga Alian, kebumen yang menjadi terpidana perkara kecelakaan kerja. Ia tidak canggung mendekati mic yang sudah digunakan untuk sambutan dua pejabat. Pertama sambutan dari Kepala Rutan Kebumen Soetopo . Dilanjutkan sambutan dari wakil Rektor II IAINU Kebumen Hartono. Menurut Gunawan sebelum dipimpin Soetopo, warga binaan Rutan Kebumen harus bertemu pembesuk lewat lubang tikus. Itu pun ada kawatnya. “Dulu, jangankan bisa memeluk istri yang datang membesuk. Untuk mencium istri saja kena kawat lubang tikus,”kata Gunawan yang langsung disambut gelak tawa. Kini, ruang yang digunakan untuk bertemu pembesuk dan warga binaan itu sudah direnovasi. Gunawan mengapresiasi langkah Rutan Kebumen yang kini bekerjasama dengan IAINU Kebumen terkait pembinaan mental kerohanian. Soetopo menyampaikan pentingnya pembinaan tersebut, apalagi 42 terpidana terkena asusila. Bahkan ada yang dilakukan anak-anak. Satu lainya dari kakek 65 tahun. Selebihnya pencurian 40 orang, narkoba, judi dan satu orang melakukan tindak pidan pencucian uang. “Dari 137 warga binaan, 30 orang diantaranya masuk lebih dari satu kali masuk tahanan, ïmbuhnya. Rutan memiliki kapasitas 167 orang itu sebelumnya terdapat 150 warga binaan. Selanjutnya berkurang setelah ada yang bebas dan dipindahkan ke Nusakambangan Cilacap. Hartono menegaskan, kerja sama IAINU dengan Rutan Kebumen itu direalisasikan dengan pemberian materi keagamaan serta skill ibadah. Pembinaan mental kerohanian ini akan dilaksanakan setiap hari Kamis selama setahun. “Kami menargetkan semua penghuni Rutan Kebumen yang mengikuti pembinaan ini tidak masuk penjara lagi,”tutrnya. Lebih lanjut, pembinaan tersebut untuk membentuk mental yang kuat dan diwujudkan dalam ucapan serta tindakan sehari-hari. Ditambahkan Ali Muin yang juga pengasuh pondok Pesantren Al Istiqomah Petanahan, semua manusia memiliki salah. “Tetapi bukan berati salah terus, karena dari awal kesalhan itu dapat diperbaiki,”terangnya.   sumber: suarakedu

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0