Napi Sulap Batang Singkong Jadi Lampion
Siapa sangka, para pesakitan atau napi (Narapidana) yang tinggal di balik jeruji besi Lapas Kelas II A Kota Metro mampu melahirkan sebuah kreasi seni yang luar biasa. Bermodalkan keterampilan serta keinginan yang kuat, mereka mampu menyulap limbah batang singkong menjadi sebuah produk souvenir yang memiliki nilai tinggi. Berikut laporan Radar Metro (Group TRANSLAMPUNG.com)!
Bekas batang pohon singkong yang selama ini dibuang oleh warga setelah dicabut dan dipanen karena dianggap tidak bermanfaat, justru disulap sedemikian rupa menjadi souvenir berbentuk lampion atau tempat lampu duduk di meja rumah. Tak hanya itu saja, warga binaan di lapas ini juga mampu mengolah aneka kerajinan tangan seperti kain tapis, fast bunga dan sovenir mainan.
Kepala Lapas Kelas IIA Metro Maizar, Bc.IP.Sos mengatakan, tak cukup dengan menciptakan produk itu saja, warga binaan ini pun juga tak mau ketinggalan dari trend saat ini untuk menciptakan kreasi.
"Di tengah mewabahnya masyarakat mengenai "Batu
Siapa sangka, para pesakitan atau napi (Narapidana) yang tinggal di balik jeruji besi Lapas Kelas II A Kota Metro mampu melahirkan sebuah kreasi seni yang luar biasa. Bermodalkan keterampilan serta keinginan yang kuat, mereka mampu menyulap limbah batang singkong menjadi sebuah produk souvenir yang memiliki nilai tinggi. Berikut laporan Radar Metro (Group TRANSLAMPUNG.com)!
Bekas batang pohon singkong yang selama ini dibuang oleh warga setelah dicabut dan dipanen karena dianggap tidak bermanfaat, justru disulap sedemikian rupa menjadi souvenir berbentuk lampion atau tempat lampu duduk di meja rumah. Tak hanya itu saja, warga binaan di lapas ini juga mampu mengolah aneka kerajinan tangan seperti kain tapis, fast bunga dan sovenir mainan.
Kepala Lapas Kelas IIA Metro Maizar, Bc.IP.Sos mengatakan, tak cukup dengan menciptakan produk itu saja, warga binaan ini pun juga tak mau ketinggalan dari trend saat ini untuk menciptakan kreasi.
"Di tengah mewabahnya masyarakat mengenai "Batu Akik", juga ada disini. Berbagai macam jenis batu akik pun ada di dalam Lapas Metro. Batu ini diolah dengan peralatan yang sangat sederhana, namun hasilnya tak kalah jika dibandingkan hasil olahan di luar Lapas. Tak kalah kreatifnya, warga binaan disini juga mampu mengolah batang singkong untuk dibuat lampion yang juga mempunyai nilai jual tinggi," terangnya.
Sementara Toni salah satu napi yang mempunyai ide kreatif mencoba limbah batang singkong di buat lampion mengaku, ia baru pertama kali ini mencoba trobosan baru membuat lampion dengan bahan batang singkong. Bahan ini ia olah dan dirancang agar bahan tersebut bisa dirakit layaknya runcing bulat seperti kerupuk, namun bisa dibuat lempion bervariasi.
"Modalnya batang singkong dan minyak furniture untuk melapisi agar batang tersebut mengkilat, dan kita menempelnya menggunkan lem kayu. Perencanaan ini sudah matang awal mencoba membuat 1 lampion memakan waktu 1 minggu, karena kami juga masih belajar mas," ujarnya.
Ia berharap setelah ini nanti hasilnya bisa dipamerkan dan mendapat tempat serta nilai dari masyarakat. Karenanya ia akan mengembangkan produksi tersebut. Terlebih bahan bakunya juga murah, namun bisa menghasilkan nilai jual tinggi. (ria)
Laporan : Freddy Kurniawan Sandy / Iringmulyo
Sumber : translampung.com